Selasa, 01 November 2016

Jenis bohlam lampu pijar, CFL, LED ruangan rumah paling awet, irit, hemat energi dan perbandingannya


evolusi bohlam lampu
Bohlam atau lampu, merupakan sebuah teknologi yang ditemukan oleh "Thomas alfa Edison" sekitar tahun 1820 silam. yang didasari  pada prinsip kerja ketika sebuah kawat tipis dialirkan arus tertentu, pada keadaan "vakum udara" atau tanpa udara disekelilingnya, maka akan terjadi pemijaran pada kawat penghubung arus tersebut, dari pijaran kawat inilah menghasilkan cahaya yang cukup menerangi sebuah ruangan. Kemampuan pemijaran kawat sangat dipengaruhi oleh kualitas kawat, jumlah lilitan kawat dan kestabilan arus yang mengalir pada sebuah kawat tersebut, dengan adanya pengaruh dari faktor lain yang mempengaruhi pemijaran, maka diciptakanlah satuan "watt" oleh penemu lainnya (namanya pasti mengandung kata "watt"), yangmana digunakan untuk mengetahui besaran tingkat penerangan yang dihasilkan oleh sebuah bohlam lampu pijar pada ruangan dengan ukuran tertentu. Semakin besar "watt" sebuah lampu pijar, menunjukan semakin tinggi pula kemampuan bohlam lampu tersebut menghasilkan cahaya yang dihasilkan untuk menerangi sebuah ruangan tsb.

lampu pijar
Pentinggnya penggunaan bohlam sebagai penerangan sangat dirasakan sampai saat ini, yangmana bohlam akan selalu kita gunakan umumnya pada malam hari, ataupun pada saat kondisi gelap. Penggunaan bohlam lampu yang kian meningkat setiap tahunnya, membuat kebutuhan yang semakin tinggi pula pastinya, dan beberapa faktor lain yang menjadi kendala pada lampu pijar antara lain :
  • Masa "hidup"nya sedikit
  • Cahaya yang dihasilkan berwarna kuning, sehingga tidak nyaman dimata saat digunakan
  • Rentan terhadap guncangan rendah
  • Rentan terhadap arus yang tidak stabil


Dari keempat dasar kekurangan lampu pijar inilah, terlahir sebuah teknologi baru berupa bohlam lampu CFL (lampu pendar) yang didasari prinsip kerja sebuah eksitasi atomic.
Prinsip kerja lampu pendar atau bohlam lampu CFL yakni menggunakan gas halogen (biasanya Neon) dalam wadah kaca tertutup dengan tekanan tertentu yangmana bila dialirkan sebuah energi berupa arus listrik, elektron pada atom Neon tersebut akan mengalami eksitasi yakni perpindahan elektron pada posisi kulit terluar sebuah atom (Neon) dan karena posisi elektron tidak stabil pada lapisan kulit tersebut, maka akan cenderung kembali pada posisi lapisan atom semula dengancara mengeluarkan "cahaya" sebagai bagian yang dipisahkan oleh elekton, dan ketika elektron sudah kembali pada posisi kulit atom seharusnya, kembali diberikan energi berupa arus listrik dan kejadian itu terus menerus terjadi dalam satuan permilidetik, sehingga cahaya yang dihasilkan terlihat seperti simultan (tidak berkedip).

lampu CFL

Dari prinsip kerja inlah lampu pendar CFL mulai banyak diminati masyarakat, karena sinar/cahaya yang dihasilnya berwarna putih, sehingga memiliki tingkat kejelasan yang lebih baik ketika melihat sebuah objek. Dan, lampu CFLpun tidak lepas dari sebuah beberapa kekurangan antaralain :

  • Bahan lampu mudah pecah (karena terbuat dari kaca)
  • Masa hidup sebuah lampu hanya berkisar 5000jam
  • Harga bohlam lampu cenderung lebih mahal
  • Ukuran bohlam semakin besar ketika diinginkan watt yang lebih besar
Dari ketiga dasar kekurangan lampu CFL atau lampu pendar itulah kenapa kini kembali hadir teknologi yang dikenal LED (Liquid Electrode Diode), yangmana berkisar pada tahun 2000-an teknologi ini mulai banyak dikenal masyarakat. Namun, karena teknologi ini masih sangat mahal, masyarakat banyak cenderung tetap memilih lampi pendar sebagai penerangan ruangan rumah.

Lampu LED mulai menarik dilirik masyarakat pada berkisar tahun 2010-an yangmana lampu LED semakin dibuat dalam ukuran kecil yang memungkinkan digunakan dalam berbagai kebutuhan yang diantaranya sebagai penerang ruangan/bohlam/lampu penerang ruangan, ditambah harganya yang cukup murah.
lampu LED yang digunakan pada sebuah lampu biasanya jumlahnya bervariasi, yakni antara 10buah - 30buah dalam sebuah lampu LED, karena memang semakin banyak jumlah lampu LED yang ditanamkan pada sebuah bohlam akan menghasilkan tingkat jangkauan penerangan yang lebih baik, baik dalam tingkat penerangannya maupun jangkauan sudut cahaya yang dihasilkan.
teknologi lampu LED

lampu LED umumnya sangat memakan arus listrik yang sangat kecil, karena memang ukuran LED sendiri sangat kecil, namun mampu bertahan sampai 10000x lampu pendar atau berkisar 10tahun. Kelebihan lampu LED bukan berarti lampu LED tidak memiliki kekurangan ya!. Beberapa kekurangan lampu LED antara lain :

  • Jangkauan sinar yang dihasilkan terbatas
  • Rentan panas pada rangkaian bohlam lampu LED, maka dari itu banyak lampu LED memberikan celah ruang pada setiap bohlamnya (dampak negatifnya adalah banyaknya hewan kecil yang bersarang didalam bohlam dan menutupi pancaran cahaya)
  • Ada jenis LED yang tidak baik untuk kesehatan mata (menghasilkan warna putih "remang") dan ada pula yang sangat "menyilaukan" mata
Dari ketiga jenis bohlam lampu diatas, bisa disimpulkan beberapa hal perbedaan berikut nih :







EmoticonEmoticon